Senin, 30 November 2009

Belajar Memaafkan dan Melupakan....


Memaafkan Ada sebuah cerita mengenai dua orang sahabat yang berjalan melalui gurun pasir. Pada suatu kali dalam perjalanan itu, mereka bertengkar,dan salah seorang dari mereka menampar pipi yang lain. Orang yang mendapat tamparan terluka hatinya, tapi dengan tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia menulis di pasir: "HARI INI TEMAN BAIKKU MENAMPAR PIPIKU".

Mereka melanjutkan perjalanan sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi di sana. Waktu itu orang yang menerima tamparan dan sakit hatinya, tenggelam dan temannya berhasil menyelamatkannya. Setelah pulih dari rasa takutnya, ia menulis di sebuah batu: "HARI INI TEMAN BAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU".
Teman yang telah menampar dan menyelamatkan sahabatnya, bertanya,"Mengapa setelah saya menyakitimu kamu menulis di pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?"

Yang ditanya tersenyum dan menjawab: "Saat seorang teman menyakiti kita, kita harus menuliskannya di pasir, dimana angin maaf akan bertugas menghapusnya, dan saat sesuatu yang hebat terjadi, kita harus memahatnya di batu kenangan di hati, dimana tidak ada angin yang dapat menghapusnya." Belajarlah untuk menulis di pasir.....

Belajar dari Keledai....


Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan iu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu,si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri ! ~~~

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, beban pikiran) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah ! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!! "Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !"

Jumat, 25 September 2009

YA ALLAH...SHALATI KAMI...!


Ya Rab…
Bimbing dzikir kami, sukurkan kami, sempurnakan ibadah kami….(Al-Hadist)

Bagaimana caranya agar Allah menshalatkan kita ?

Di awal shalat akui sangat lemahnya dan terbatasnya kesadaran manusia. Fitrah manusia adalah lalai dan lupa, manusia gudangnya salah dan lupa (hadits). Pada waktu shalat mohon kepada Allah agar kesadaran Ilahi diturunkan kepada kita, jangan sekali-kali mengandalkan kesadaran manusia. Sekarang berapa lama tingkat kesadaran manusia ? sungguh minimalis. Kalau mengandalkan kesadaran kita manusia, pasti lelah, capek, bosan dan berakhir stagnan. Kita tahu bahwa ilmu, kekuatan, kemampuan manusia serba terbatas. Hilangkan kemanusiaanya, tingkatkan kesadaran berketuhanan (fana’kan diri). Artinya dengan hanya bersama Allah (billah) ilmu dan kesadaran kita tidak terbatas, mampu menembus ruangan-ruangan spiriual tanpa batas. Adapun langkah-langkah konkrit sebagai berikut :

Hambakan serendah-rendahnya kepada Allah…!

Ya Allah hamba tidak mampu shalat sendiri, shalatkan….
Rukukkan hamba yang sesuai dengan ruku’-MU…
I’tidalkan hamba yang betul-betul kembali kepada-MU…
Sujudkan hamba pada sebenar-benarnya sujud…
Dudukkan hamba yang betul menghormat-MU…
Dzikirkan hamba yang murni hanya memuja-MU…

SEMOGA ALLAH BERKEHENDAK

Senin, 13 April 2009

MENGAPA HATI SAYA SELALU MERASA BAHAGIA???


Siang itu, seperti biasa aku lihat kepala cabang-ku sedang mondar-mandir di depan kantor. Itu pemandangan yang rutin yang aku liat tiap menjelang jam makan siang. Kerut-kerut diwajah keras khas Batak-nya, dapat aku tafsirkan adanya kegelisahan yang mendalam dalam relung hatinya. Apakah itu....entah...


Pemandangan yang berbanding terbalik dengan Mbah Sud, pedagang asongan keliling yang diantara renta dan kriput kulit pipinya, senantiasa tergambar sudut kedua bibir yang naik ke atas. Dengan "eblas" ia tawarkan kacang garing dan gedang godognya. Entah udah berapa tahun ia begitu setia dengan kedua dagangannya itu, namun kebahagiaan yang mendalam senantiasa terpancar dari wajahnya....


Hatiku tersentak...PAsti ada yang membuat mbah Sud selalu bahagia. Tergesa aku cari mbah Sud dan segera kutanyakan apa rahasia di balik semua itu....


Dengan terkekeh, mbah Sud berkata :

"Sajane ono limang perkoro sing nggarai urip tentrem lan ayem...


1. Gak tau ngiling2 keberhasilan sing biyen2, termasuk wedi kegagalan masa lampau

2. Seneng dan manteb karo urip saiki

3. Manteb ngadepi urip d masa depan..

4. Gak ngiling2 salahe liyan nyang awake dewe lan mesti iso nyepuro...

5. Gak wedi karo anggepane uwong, sing diwedeni anggepane gusti Allah nyang awake dewe


Nyessss....sedikit, namun manteb dan begitu mengena dan kayaknya sangat cocok untuk disampaikan ke kepala cabang-ku. TApi berani gak ya nyampeinnya...?


Kamis, 05 Maret 2009

KARIKATUR...? WHY NOT...


Terkadang kita bingung akan memberikan apa pada teman kerja atau pimpinan yang mutasi/pindah tempat kerja. KARIKATUR bisa jadi salah satu alternatifnya.

Tidak bisa buat karikatur sendiri???

Mudah, hubungi saja 08125271706 atau 0321-5179290

Atau contact : Ibrahim/Cak Wib Jl. Raya Jemursari No. 06 Surabaya

Jl. Rajasanegara No. 16 Mojokerto


Dapatkan harga spesial :

* 1 karikatur ukuran gambar 10 R (termasuk pigora kayu) hanya Rp. 100.000,00 (belum termasuk ongkos kirim)


Cara pemesanan :

1. Kirim foto teman/pimpinan yang mau pindah dalam bentuk JPG ke alilatahzani@yahoo.co.id. Bila ada foto2 kebersamaan lain yang ingin ditampilkan dalam karikatur, silahkan disertakan juga

2. Transfer biaya ke Rek Mandiri No 1410004502464 a/n Ibrahim Hadi Wibowo

3. Konfirmasi tentang pengiriman foto dan biaya ke 08125271706 atau 0321-5179290

4. Karikatur menarik InsyaAllah akan sampai ke tangan anda max 7 hari dan siap dijadikan kenangan tak terlupakan bagi teman/pimpinan tercinta


Woke? Jangan Tunggu Kenagan itu berlalu begitu saja tanpa jejak...



KETIKA ALLOH BILANG TIDAK



Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku.Allah menjawab, Tidak.Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.
Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.Allah menjawab, Tidak.Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.
Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.Allah menjawab, Tidak.Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.
Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.Allah menjawab, Tidak.Aku memberimu berkah. Kebahagiaan adalah tergantung padamu.
Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.Allah menjawab, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat padaKu.

Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.Allah menjawab, Tidak.Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkasnya untuk membuatmu berbuah.
Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.Allah menjawab, Tidak.Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.Allah menjawab.. Ahhh, akhirnya kau mengerti.

HARI INI ADALAH MILIKMU
JANGAN SIA-SIAKAN.
Bagi dunia, kamu mungkin hanyalah seseorang.
Tetapi bagi seseorang, kamu adalah dunianya.

Kamis, 15 Januari 2009

LUARBIASANYA SUJUUUUUD...


Bersujud di hadapan Allah SWT termasuk ibadah yang paling mulia sekaligus sebagai sarana paling baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena, kata Rasulullah Saw, “Saat dimana seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya, Allah Azza Wajalla, adalah ketika dia bersujud....” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra) Namun, tahukah Anda bahwa dengan banyak bersujud maka muatan-muatan listrik yang ada dalam tubuh kita akan kelaur karena diserap oleh bumi (tanah)? Abdurrahman Al-Asymawi, seorang ulama terkemuka berkebangsaan Mesir dalam bukunya yang berjudul Basysyiru Wa La Tunffiru mengatakan, setiap hari tubuh menyerap cahaya dan tenaga listrik magnetis yang tak sedikit jumlahnya melalui perangkat-perangkat listrik yang kita gunakan. Sehingga dengan demikian tubuh ini menjadi alat untuk menyerap cahaya listrik magnetis dalam jumlah banyak. Artinya, tubuh mengangkut sejumlah tenaga listrik tanpa kita sadari. Ketika kita mengalami influenza, badan terasa pegal, berat, sesak, malas dan lemah, hal ini menandakan bahwa tubuh sedang merasakan sesuatu dari muatan magnetis tersebut. Lalu bagaimana jalan keluarnya? Melalui riset ilmiahnya, seorang peneliti Barat yang non-muslim mengemukakan bahwa metode paling jitu untuk “mensucikan” tubuh dari kandungan listrik positif (yang berbahaya bagi tubuh) adalah dengan mengarahkan ubun ke bumi(tanah) lebih dari sekali. Karena, tanah itu sifatnya negatif maka ia akan menarik muatan lsitrik yang positif, yang terdapat dalam tubuh. Hal yang sama juga terjadi pada aliran (kabel) listrik dari gedung-gedung yang dialirkan ke dalam tanah. Tujuannaya adalah untuk menarik muatan listrik yang ada pada petir ke arah tanah. Lebih jaun dia menjelaskan metode paling tepat adalah menempelkan ubun-ubun ke tanah secara langsung seraya memfokuskan arah pandangan ke arah pusat bumi. Karena, dalam keadaan seperti itu, muatan lsitrik yang ada dalam tubuh akan terserap oleh bumi sacara lebih kuat dan dalam jumlah yang banyak. Dan yang lebih mengagumkan adalah seperti yang kita ketahui bersama bahwa secara ilmiah pusat bumi adalah Makkah Al-Mukarramah. Lebih tepatnya lagi adalah Ka’bah, sebagaimana yang terdapat dalam kajian-kajian geografis dan disepakati oleh mereka yang ahli di bidangnya. Jika demikian, sujud kepada Allah SWT yang kita lakukan setiap kali melaksanakan shalat adalah merupakan sarana yang paling tepat untuk membuang muatan-muatan listrik berbahaya tersebut, sekaligus menjadi sarana yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Maha Pancipta. “....maka, perbanyaklah oleh kalian bersujud,” perintah Rasulullah (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Manfaat lain dari banyak bersujud adalah ampunan dan derajat yang tinggi di Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud. Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja karena Allah, maka Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahanmu.’” (HR. Muslim dari Tsauban Abu Abdullah)Maka, dengan memperbanyak sujud, dua beban tubuh yang berbahaya, yaitu muatan listrik dan dosa, akan berkurang sehingga tubuh pun terasa ringan. Dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatakan bahwa Abu Firâs Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslamiy–khadim (pelayan) Rasulullah SAW dan termasuk ahlusshuffah-berkata, Suatu kali saya bermalam bersama Rasulullah SAW. Saya menyediakan air untuk beliau berwudhu dan untuk kepentingan beliau yang lain. Melihat hal tersebut, Rasulullah saw bersabda, “Mintalah!” Saya menjawab, “Saya mohon agar dapat menemanimu di dalam surga.” Maka beliau bertanya, ‘Apakah ada permohonan lainnya?” Saya menjawab, “Hanya itu, wahai Rasulullah.” Beliau lalu bersabda, “Bantulah aku untuk mewujudkan permintaanmu itu dengan banyak bersujud.” Demikianlah Allah SWT mempersembahkan balasan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya banyak bersujud di hadapan-Nya.